Pembangunan infrastruktur desa merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat ketahanan lingkungan. Pada Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Negeri Wakal memanfaatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Dana Desa Tahun 2024 sebagai sumber pendanaan untuk melaksanakan kegiatan pembangunan drainase sepanjang 50 meter. Program ini menjadi salah satu prioritas utama guna mengatasi permasalahan lingkungan yang sudah lama dirasakan masyarakat.
Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat Negeri Wakal menghadapi tantangan berupa genangan air saat musim hujan. Hal ini disebabkan oleh belum optimalnya sistem drainase di beberapa titik pemukiman. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas warga, merusak fasilitas umum, serta meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Melihat kebutuhan mendesak tersebut, pemerintah Negeri Wakal menetapkan pembangunan drainase sebagai salah satu kegiatan utama yang dibiayai melalui SILPA Dana Desa 2024. Pendekatan ini bukan hanya memaksimalkan penggunaan anggaran dana desa, tetapi juga memastikan bahwa kebutuhan masyarakat menjadi prioritas.
Tujuan Pembangunan
Pembangunan drainase sepanjang 50 meter ini memiliki beberapa tujuan utama:
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan pembangunan drainase dilaksanakan berdasarkan musyawarah yang melibatkan Pemerintah Negeri Wakal, BPD/Saniri, serta unsur masyarakat lainnya.
Proses pembangunan meliputi:
Pelaksanaan kegiatan ini dikerjakan secara transparan dan mengutamakan pemberdayaan tenaga kerja lokal, sehingga manfaat ekonomi turut dirasakan masyarakat.
Manfaat yang Diharapkan
Dengan selesainya pembangunan drainase ini, masyarakat Negeri Wakal diharapkan dapat merasakan manfaat langsung seperti:
Pemanfaatan SILPA Dana Desa Tahun 2024 untuk pembangunan drainase sepanjang 50 meter merupakan bentuk komitmen Pemerintah Negeri Wakal dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju lingkungan Negeri Wakal yang lebih sehat, tertata, dan berkelanjutan di masa yang akan datang.